Tampilkan postingan dengan label Cerita Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Hikmah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2012

Bola Golf

Maret 31, 2012
Seorang Professor bersiap - siap memulai pelajaran di depan kelas Filsafat yang dikelolanya. 
Di mejanya, terhampar sebuah toples kosong, Bola" Golf, Batu" Koral, segunung Pasir, dan sebuah cangkir yang terisi penuh dengan Kopi.

Saat kelas dimulai, Ia mengambil toples kosong dan mengisinya dengan Bola" Golf.
Kemudian berkata kepada murid"nya, 

" apakah toples sdh penuh ? "
Para murid setuju.

Kemudian, Profesor itu menuangkan Batu Koral ke dalam toples, 

lalu mengguncangnya dengan ringan.

Selasa, 28 Februari 2012

Ibnu Hazm Sang Negarawan

Februari 28, 2012

Di kalangan sarjana Muslim, Ibnu Hazm dikenal sebagai ilmuwan yang memiliki keunikan dalam kajian-kajiannya. Ia memiliki metodologi sendiri d`lam memahami agama yang berbeda dengan para ulama fikih lainnya.Pada mulanya ia mempelajari fikih mazhab Maliki karena kebanyakan masyarakat Andalusia dan Afrika Utara menganut mazhab ini. Al-Muwattha' sebagai kitab fikih rujukan bagi pengikut mazhab Maliki dipelajarinya dari gurunya, Ahmad bin Muhammad bin Jasur. Tidak hanya al-Muwattha', Ibnu Hazm pun mempelajari kitab Ikhtilaf Imam Malik.

Jumat, 18 Maret 2011

Kisah Julaibib r.a dan Istrinya yang Sholehah

Maret 18, 2011
Wanita shalihah adalah seorang wanita yang tahan memegang bara.Jika datang perintah dari syariat kepada salah seorang mereka, dia taat, terima, dan tunduk. Dia tidak menyanggah, tidak membangkang, ataupun mencari alasan untuk tidak menerimanya.
Adalah seorang laki-laki dari sahabat Rasulullah SAW bernama Julaibib. Wajahnya tidak begitu menarik. Rasulullah SAW menawarinya menikah. Dia berkata (tidak percaya), “Kalau begitu, Anda menganggapku tidak laku?”
Beliau bersabda, “Tetapi kamu di sisi Allah bukan tidak laku.”
Dan Nabi SAW senantiasa terus mencari kesempatan untuk menikahkan Julaibib dengan wanita yang sholehah.
Hingga suatu hari, seorang laki-laki dari Anshar datang menawarkan putrinya yang janda kepada Rasulullah SAW agar beliau menikahinya. Nabi SAW bersabda kepadanya, “Ya. Wahai fulan! Nikahkan aku dengan putrimu.”
“Ya, dan sungguh itu suatu kenikmatan, wahai Rasulullah,” katanya riang.
Namun Nabi SAW bersabda kepadanya, “Sesungguhnya aku tidak menginginkannya untuk diriku”
“Lalu, untuk siapa?” tanyanya.

Sabtu, 30 Januari 2010

Cerita sebuah kedisiplinan

Januari 30, 2010
Disiplin dalam Islam Membawa Kebahagiaan Sejati
Wednesday, 27 January 2010 13:39

Ternyata ia salah sangka, agama yang awalnya dikira ajaran teror, ternyata adalah jalan menuju Sang Pencipta yang sejak kecil ia cari dan yakini

Hidayatullah.com--Dawood Kinney adalah seorang pria dari keluarga Katolik. Sejak kecil ia meyakini adanya Tuhan, tapi ketika dewasa dan melewati titik rendah dalam hidupnya, gereja Katolik justru menolaknya kembali. Berikut kisah perjalanannya mencari Tuhan.

Mengenang lagi masa kecil dulu, saya selalu terkagum-kagum dengan alam semesta tempat kita hidup ini; bagaimana semuanya berjalan dengan sangat sempurna. Saya sering berbaring di  halaman rumput depan rumah. Memandang bintang-bintang, membayangkan betapa besarnya luas alam ini. Saya juga selalu terpesona melihat tubuh manusia yang bisa bekerja sendiri. Detak jantung, paru-paru mengembang dan mengempis tanpa bantuan saya sama sekali. Dan sejak dulu pula, saya telah merasa bahwa ada "pencipta" dari semuanya ini.

Namun ketika beranjak remaja, saya mulai terbawa arus kehidupan. Sangat mudah bagi saya terjerembab ke suatu kebiasaan buruk demi untuk mengatasi tekanan-tekanan hidup. Ketertarikan akan Tuhan mulai hilang, dan saya hanya menghabiskan waktu untuk sekolah, seks, dan permainan kanak-kanak yang biasa dilakukan para pemuda Amerika yang sedang tumbuh.

Memasuki masa dewasa, obsesi saya berubah menjadi seputar uang, jabatan, tempat tinggal yang lebih bagus, mobil yang lebih cepat, dan kekasih yang lebih cantik. Semuanya merupakan tujuan rendahan.

Saya menjalani hidup dengan obsesi itu selama beberapa tahun dan perlahan tapi pasti mulai kehilangan kontrol atas hidup. Saya pikir saya sedang mengejar kebahagiaan. Padahal saya justru semakin tertekan, semakin bingung, dan melakukan lebih banyak lagi kekacauan dalam hidup.

Sampai pada satu titik, hidup saya berputar-putar saja seperti spiral, dan terus turun, hingga akhirnya hancur.

Saya lantas segera kembali kepada Tuhan. Karena dulu dibesarkan dalam keluarga Katolik, maka saya segera kembali  mendatangi gereja. Saat itu saya telah bercerai dan menikah kembali. Namun ternyata, gereja tidak lagi mau menerima saya.

Oleh karena saya membutuhkan Tuhan dalam hidup ini, maka saya lantas berpaling kepada agama Budha.

Saya mengikuti agama Budha yang memiliki akar tradisi Tibet, yang lebih menekankan pada pemberdayaan dengan mencari berkah dari banyak Budha. Namun saya merasa justru tidak membuat diri ini lebih baik, karena hanya berputar-putar mencari kekuatan iman dengan melakukan berbagai macam ritual.

Tiba-tiba saya teringat pesan Budha yang terakhir kali ia ucapkan sebelum meninggal, yaitu jangan menyembah dirinya. Akhirnya saya sadar, bahwa dasar ajaran persembahyangan yang dilakukan selama ini bukan hanya menyembah Sang Budha, tapi juga menyembah budha-budha lainnya.

Putus asa, maka saya pun kembali kepada kebiasaan lama, bergaul dengan alkohol dan kesenangan-kesenangan buruk lainnya. Dan sekali lagi, saya begitu tertekan. Namun kali ini, ada efek emosional di mana saya menjadi begitu sangat ketakutan dan merusak diri sendiri.

Ketika muda, saya sangat menyenangi musik-musik Cat Steven (Yusuf Islam). Ketika mendengar ia masuk Islam, saya sedang bertugas di Angkatan Laut dan terjebak dalam suasana genting di Iran. Oleh karena itu, saya lantas menyimpulkan bahwa Cat Steven telah menjadi seorang teroris. Dan saya meyakini hal itu selama beberapa tahun ke depan.

.