Tampilkan postingan dengan label Buletin Jum'at. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buletin Jum'at. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Mei 2014

“Jangan marah!”

Mei 12, 2014
HADITS KE-16
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ
[رواه البخاري]
Terjemah / ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam : (Ya Rasulullah) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan engkau marah. (Riwayat Bukhori )
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJGhE4nLVLTrimkwghTv0ydPr30jX9ZTrvcpkOkxOiKXdvGEsldMA-PP6b4-e7i0nU2sXOB3FwloCxG-hVvzfHOI9QCcTGcuvkVWG3jQQMpya9oT5AKqq0uY20OY9izeUnLrnL0zLc8Sk/s1600/La+Taghdob.jpg
            Mungkin kalian semua sudah tak asing lagi dengan hadits yang masuk dalam Hadits Arba’in Nawawi ke-16, atau mungkin malah sudah dihafalnya diluar kepala?! Ya, hadits yang simple tetapi jika rumusan masalah, tafsirannya dikembangkan, akan menjadi banyak paragraf.  Mungkin akan lebih mudah menjelaskan marah dengan rival-nya, yaitu sabar dengan kalimat ini:
M
Shahib seperjuangan...
             Oke, kita ambil contoh yang gampang. Baru-baru ini temen-temen ISTH SMP-SMA ngadain i’dad Al-Quwwah.  Ya, mungkin ada yang sampai mukanya memerah, mungkin ada lagi yang tetep keep calm. Kalau yang sampai mukanya memerah mungkin bisa dijelaskan secara ilmiah seperti ini.
            Sesungguhnya Allah menciptakan sifat marah itu dari api dan menjadikannya sebagai salah satu tabiat (tingkah laku) bagi manusia. Apabila terhalang salah satu hajat atau maksud seseorang, niscaya menyalalah api kemarahannya yang menjadikan darah hatinya mendidih lalu mengalir kepada saraf dan menggelegak (mendidih) ke bagian sebelah atas badannya sebagaimana menggelegaknya api dan sebagaimana mendidihnya air yang dipanaskan di dalam periuk (alat untuk menanak nasi). Lalu muka dan matanya menjadi merah, sementara di balik kulitnya membayangkan warna merah.
            Adapun kekuatan marah itu tempatnya di hati. Artinya darah hati menggelegak untuk menuntut balas, dan kekuatan marah itu digunakan untuk menolak apa yang menyakitkan hatinya sebelum marahnya terjadi dan untuk menyembuhkan dan menuntut balas. Menuntut balas adalah makanan kekuatan tersebut dan keinginannya, karena dengan menuntut balas akan terhasil kelegaannya, dan dia tidak akan tenang melainkan dengan menuntut balas atau membalas dendam.
            Jadi, ya itu penjelasan singkatnya tentang “merahnya muka”
Lalu kalau begitu, Bagaimana cara mengatasinya?
Kan, dia yang mukul duluan, kena muka lagi, tambah wasit gak liat pelanggarannya lagi.
Tenang bro, tenang, begini...
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah telah bersabda
 “Bukanlah orang yang kuat itu kuat bergulat, (tetapi) sesungguhnya orang yang kuat itu ialah orang yang dapat (mampu) menguasai nafsunya tatkala marah”. (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra.)
            Masih kurang hadits nya lagi? Oke, tambah satu lagi.
Ibnu Katsir setelah menuturkan, bahwa”Imam Ahmad meriwayatkan sendirian dan sanadnya hasan, tidak ada yang cacat, dan matanya hasan. Rasulullah bersabda
, “Siapa yang menahan amarah dan ia mampu untuk melampiaskannya, maka ia akan memanggilnya di hadapan para makhluk dan menyuruhnya memilih bidadari mana yang ia suka.””
            Kan, itu dari penjelasan haditsnya, kalo dari segi ilmiahnya, gimana?
            Begini...
Penyebab marah sangatlah beragam, di antara satu dan yang lainnya berbeda-beda. Ada kalanya karena sifat temperamental. Sangat sensitif terhadap hal yang tidak menyenangkan.
Ada kemarahan karena budaya sekitar yang sulit diajak kompromi dalam meredam kemarahan. Sehingga, mudah sekali tersulut kemarahan bahkan mengekspresikan kejengkelan melalui tawuran secara masal.
Perilaku marah karena belajar kepada lingkungan. Hal ini terjadi jika seseorang dibesarkan dalam sebuah suasana, di mana yang dijadikan contoh sangat pemarah sehingga berefek pada orang sekitarnya.
Marah juga dapat disebabkan karena menganggap dirinya sebagai orang penting,  harga diri yang melambung, perfeksionis (orang yg ingin segala-galanya sempurna). Mereka ini sangat tinggi dalam menjaga diri. Memenuhi keinginan diri sehingga sangat sensitif dan reaktif terhadap masalah kecil yang menghambat atau mengecewakan tujuan yang akan dicapainya.
Berbagai latar belakang bisa dengan cepat menimbulkan dorongan kemarahan, namun sebenarnya kemarahan disebabkan karena terjadinya gap (jurang pemisah) antara keinginan dan kenyataan yang sesungguhnya. Ditambah lagi dengan terbatasnya waktu yang ada. Keadaan ini dapat menjadikan seseorang bingung, tertekan dan berusaha mencari jalan ke luar, sehingga menjadi marah.
Yang kutanya kan, cara mengatasi, bukan penyebab marah!!
            Cara mengatasinya... yo wes sabar, apalagi?

Istighfar

Mei 12, 2014
Ikhwan-ikhwanku,
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak akan luput dari masalah. Bentuk nya bermacam-macam. Ada yang kesulitan mendapatkan jodoh, ada yang diuji Allah SWT dalam mendapatkan pekerjaan. Tidak sedikit dari kita, kehilangan orang yang dicintai seperti keluarga atau sahabat.
Biasanya kita merasa sedih. Dunia serasa akan runtuh. hidup terasa sempit, kita merasa sendirian dalam menjalani kerasnya kehidupan. 
http://sd.keepcalm-o-matic.co.uk/i/keep-calm-and-istighfar.pngKarena melihat masalah yang tidak ada habisnya. Allah SWT akan menguji setiap manusia dengan masalah. Itu sudah janji Allah SWT untuk menguji keimanan dan ketangguhan manusia. Bagi yang memiliki keimanan kuat, dia akan bertahan sehingga Allah SWT memberikan jalan. Tapi bagi yang lemah imannya, akan dipersulit oleh Allah SWT.
Masalah itu sangat berhubungan dengan sudut pandang seseorang. Bagi yang memandang negatif masalah akan berdampak aura negatif.

Berbeda ketika kita memandangnya sebagai peluang. Energi negatif berubah menjadi energi positif. Ketakutan berganti timbulnya rasa optimisme.
Allah sendiri sudah menegaskan, salah satu terapi mengatasi masalah adalah istighfar. Allah SWT menjamin, orang yang banyak istighfar tidak akan merugi. Dan janji Allah SWT itu pasti dan tak terbantahkan. Jika anda punya masalah kesulitan mendapatkan rezeki, dan kebahagiaan maka perbanyaklah istigfar. Jaminan itu terukir indah dalam Al-Qur’an :
Allah Ta’ala berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, 
niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
Ikhwan sekalian
Banyak manusia, tidak menyadari kekuatan rahasia yang terkandung dalam istighfar. Biasanya istighfar hanya dimaknai sebagai permohonan ampun atas segala dosa.
Pemaknaan ini membuat kita kadang malas beristighfar. Sebagian orang “melupakan” energi besar istighfar sebagai warisan agung Rasulullah SAW.
Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).
Ya! makna istighfar sebagai penghapus dosa itu benar. Tapi sudut pandang itu terlalu sempit. Cobalah menggali lebih dalam indahnya istighfar. Sebab seandainya masalah itu penyakit, istighfar adalah obat yang mujarab. Jika sudah ada obatnya dan gratis kenapa kita tidak menikmatinya.
Sungguh, penghalang kita terhadap Allah Rabbul Izzati salah satunya adalah kebiasaan bermaksiat. Maksiat membuat rezeki kita terhalang. Maka ketika beristighfar, kita diminta memohon ampun, menjauhi maksiat,
dan meminta kebaikan. Rasulullah SAW bersabda :
Siapa yang banyak beristighfar, Allah akan membebaskannya dari berbagai kedukaan. akan melapangkannya dari berbagai kesempitan hidup, dan memberinya curahan rezeki dari berbagai arah yang tiada diperkirakan sebelumnya. (HR Ahmad)
Kebaikan itu banyak macam dan bentuknya. Salah satunya seperti yang diterangkan hadits di atas. Kesempatan mendapatkan rezeki menjadi salah satu bentuk kebaikan. Maka istigfar menjadi solusi dari 1001 masalah kita. Sungguh tak ada ruginya mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang membiasakan 100x istigfar dalam sehari. Padahal beliau sudah mendapatkan jaminan surga dan tidak kekurangan harta dunia selama menjalani hidupnya.

Membaca istighfar sama dengan sedekah. Dengan memperbanyak beristighfar, percayalah rezeki kita akan mengalir lancar. Kesedihan hati akan hilang, digantikan kelapangan dada menerima takdir Allah. Tentunya setelah berproses dan berikhtiar (berusaha keras). Dan tahukah anda? Istighfar membuat Allah senang apalagi jika kita menjadikan sebuah rutinitas harian. 
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

.