Tampilkan postingan dengan label DiarySantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DiarySantri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 April 2017

BOARSCHAR X GONTOR (SSE)

April 04, 2017

                Banyak sekali pelajaran yang didapat pengurus OSIS SMA AR-ROHMAH dalam kegiatan Study Social Experience di pondok GONTOR.
                Sebuah pengalaman yang sangat berharga ketika dapat merasakan kehidupan di Pondok Pesantran yang sudah berusia sembilan puluh tahun itu. Walaupun hanya dalam waktu yang singkat, dari tanggal 1 – 2 Maret 2017.
                Dua hari itu benar-benar dimanfaatkan dengan sanagt baik oleh para pengurus OSIS untuk menimba ilmu sebanyak banyaknya dari Pesantren senior tersebut. Dari pertama kali sampai disana merekan langsung disuguhi dengan sejarah Gontor dari awal berdirinya hingga sudah sebesar kini. Segala hal tentang gontor mulai dari para pendiri sampai seluk beluknya dijelaskan disini.
                 Seusainya menjama’ qosor taqdim solah Dzuhur- Asar dam makan siang para pengurus OSIS sudah tidah sabar menghilangkan rasa penasarannya. Di pertemun kedua mereka dibuat terbakar dengan semangat untuk belajar berbahasa asing, setelah diceritakan tentang kehidupan berahasa disana.
                Sore harinya digunakan untuk bekeliling melihat dari dekat kegiata para santri. Tak lupa juga mereka mengabadikan setiap hal menarik disana dalam kamera. Kediatan disana sangat bragam.ada yang bermain berolahraga, mengaji, bahkan ada yang sedang melaksanakan hukumannya.  Sampai terdengar suara murottal dari masjid Gontor semua aktifitas dihentikan. Dan ternyata bukah hanya di Asrama SMA AR-ROHMAH di Gontor pun mereka juga harus mengantri mandi sekian lama.
                Dan diacara intinya ketika OSIS SMA AR-ROHMAH dipertemukan dengan OPPM Gontor. Awalnya akan diadakan presentesi untuk memperkenalkan organisasi dari masing-masing pihak. Tetapi karena karena karena dari pihak OPPM tidak membuat bahan presentasi, maka jadilah mereka dipertemukan dengan masing masing departemen. Ternyata itu bukanlah ide yang buruk karena mereka bisa mendapat ilmu yang lebih rinci dari masing-masing bidang.
                Keesokan harinya mereka diperkenalkan dengan Gontor TV yang bisa dibilang sekarang sudah sangat famaous untuk sebuah madia dakwah.dalam pertemuan ini diawali dengan menonton salah satu film pendek karya Gontor TV. Dilanjutkan dengan menceritakan sejarah Gontor TV. Dari ketika berkali-kali mendapat penolakan oleh pak yai hingga akhirnya diterima dengan menunjukkan banyak karya dahulu. Lalu mereka diberikan pengenalan alat alat yang digunakan dalam proses pembuata video.

                Yang terakhir. Selururuh runtutan acara tersebut ditutup dengan penyerahan cinderamata dari SMA AR-ROHMAH Malang kepada gontor dan foto bersama di depan masjid Gontor

Kamis, 23 Februari 2017

Berjalan dengan bantuan tongkat, Furqon meraih juara 1 lomba Fisika tingkat Jawa,Bali dan NTB

Februari 23, 2017
 Furqon saat menerima penghargaan di UIN Maliki-Malang
osama-malang.com - Furqon, begitu kami biasa memanggilnya, beberapa minggu yang lalu ia melakukan operasi penyambungan urat pada lutunya yang bermasalah. Dokter memberikan katerangan agar ia beristirahat dirumah untuk beberapa minggu. Usai istirahat tidak bersekolah, minggu kemarin dengan menggunkan tongkat, ia telah kembali dan sekolah bersama teman-temannya. Semangatnya yang tinggi, layak menjadi panutan bagi siswa lainnya, dengan masih menggunakan tongkat ia mengikuti lomba Fisika. Lomba Fisika yang diadakan oleh UIN Maliki Malang ini diadakan dalam rangka menjaring siswa-siswa berbakat dibidang Fisika. Alhasil dengan kondisi yang ada Furqon justeru berhasil meraih juara 1 dalam lomba Fisika tingkat Jawa ,Bali dan NTB tersebut.

Ujian Praktek Penjaskes kelas dua belas

Februari 23, 2017
Siswa kelas 12 melakukan pemanasan sebelum praktek penjaskes dimulai
Osama-malang.com-Dua minggu lamanya siswa kelas 12 mengikuti ujian praktek. Ujian praktet merupakan salah satu tahapan penilaian menuju UN. Jika tidak ada perubahan insyaAllah UN akan dilaksanakan pada bulan April, segala daya dan upaya dimaksimalkan oleh waka kurikulum SMA Ar Rohmah agar siswa siap menghadapi UN. Beberapa upaya telah dilakukan yaitu : bimbingan,try out hingga klinik bidang study telah dilakukan. Hari ini para siswa melaksanakan ujian praktek Penjaskes, ujian yang melibat seluruh siswa ini diselenggarkan dilapangan darussalam 1 komplek asrama siswa kelas 12.

Minggu, 19 Februari 2017

VALENTINE DAY’S AT AR - ROHMAH

Februari 19, 2017

 Terbesit 14 Februari, terngiang akan suatu hari
Untuk banyak mengasihi yang indah penuh cinta.
Valentine’s day, atau hari kasih sayang adalah hari yang sangat spesial bagi mereka-mereka yang  berpasangan.Mereka meyakini bahwa pada hari ini cinta akan lebih berarti ketika dinyatakan, dan kasih sayang akan lebih berasa saat hari itu diutarakan
HUH!
Atas nama santri Ar-Rohmah yang mulia,
Sungguh, tak pernah pun terbesit dalam diri kami akan hal seperti itu.

Bumi indah Ar-Rohmah kami, lebih banyak meyajikan cinta-cinta serta kasih sayang yang sebenarnya.Kami tak membeli maupun memberi coklat –  kecuali gula jawa. Kami tak sekalipun memilih seikat bunga – kecuali sama pot-nya – buat si ‘dia’.
Sungguh, belajar dan mengaji lebih indah bagi kami. Untuk duduk termenung mengingat sang ‘maha pengasih’. Dan perlu diingat, hari Valentine bukanlah suatu perayaan yang disyariatkan oleh agama Islam. Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa salam tak pernah menyuruh bahkan melakukan hal-hal laknat seperti diatas.Bahkan  Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa salam selalu memerintahkan kita untuk senantiasa berbuat baik kepada sesama.
Islam adalah Rahmatalil ‘alamin – agama yang membawa rahmat dan cinta bagi seluruh alam. Sudah sepatutnya kita menebar cinta kasih kepada setiap orang di dunia ini, terutama anda yang sedang membaca tulisan ini. Bukan hanya pada  waktu Valentine ini aja.
Bahkan maraknya perayaan hari Valentine, membuat lebih banyak terjadinya perbuatan maksiat diluar sana lebih dari biasanya.Perbuatan maksiat yang diawali dengan pacaran sudah pasti berkelok kemana-mana.Ditambah lagi hari Valentine yang  membuat statistik kemaksiatan meningkat.Namun, dengan adanya artikel ini, kami atas nama santri Ar-Rohmah, menghimbau kalian semua untuk menghentikan langkah kemaksiatan seperti pacaran.
Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa salam telah bersabda “Barang siapa yang mengikuti suatu kaum, maka ia termasuk kaumnya.” Dalam hadist tersebut sudah jelas, bahwa umat muslim tidak dianjurkan mengikuti  ataupun mengucapkan hari Valentine untuk sesama manusia.
Sejarahnya begini,
Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah dan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.
The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).
Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno.
Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno.
Katakanlah, “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 1-6)
Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.
Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.

Sungguh, menghabiskan waktu dengan mengaji, belajar,bersama orang tua lebih mulia dan berpahala daripada dengan “dia” yang sudah pasti berdosa karena mendekati  zina.

Senin, 21 November 2016

Ngapain "Ahad" Ini ?

November 21, 2016


Ngapain "Ahad" Ini ?

Hari Ahad adalah hari yang paling indah bagi semua pelajar. Lebih indah lagi bagi para pelajar yang bersekolah di boarding school seperti di Boarschar. Hari itu benar-benar bebas, sebebas bebasnya. Kita boleh melakukan apapun yang kita mau, kecuali tentu saja perbuatan dosa dan pelanggaran.
   
Setelah enam hari sebelumnya para santri hanya mendapat sangat sedikit waktu bebas, karena banyak dari waktunya dihabiskan untuk belajar dan menghafal Al-Quran. Kegiatan itu memang sangat bermanfaat bagi kita didunia dan akhirat, tapi dibalik semua rutinitas yang kita jalani pasti ada titik bosannya kan. Nah, di Hari Ahad inilah para santri mendapatkan lebih banyak waktu luang yang sangat berharga. Mau tau gimana mereka memanfaatkannya ?


   

Ngembangin  Bakat dan Hobi

    Hari Ahad yang sangat free ini dimanfaatkan oleh sebagian santri untuk mengembangkan dan hobi mereka. Mungkin mereka kurang puas dengan beberapa jam di hari sabtu untuk kegiatan ekstrakurikuler.
    Semua tempat benar-benar dimanfaatkan. Lapangan-lapangan dan aula dipenuhi oleh santri yang sedang bersenang-senang dengan hobi mereka. Mulai dari sepak bola, flag football, basket, bermacam beladiri hingga skateboard dan msih banyak lagi hal keren yang dilakukan santri Boarcshar.
    Contohnya Ksatria Aldebaran, murid kelas XI kelahiran Bali yang sangat lincah memanfaatkan semua titik di kampus Ar-Rohmah untuk mengmbangkan bakat dan hobinya.
    "Aku itu dari ba'da shubuh, dengerin ceramahnya Ustad Muhdi, ke kamar ganti baju, langsung lari-lari latian parkour sama anak-anak sampe bosen. Biasanya sih sampe jam sebelas buat persiapan sholat dzuhur.terus latian lagi ba'da asar, sebentar aja soalnya mau nyalain murottal." kata Alde, salah satu takmir di Masjid Baiturrahmah .

Kiser-Kiser

    "Rek, ayo rek resik-resik" adalah kata yang paling lumrah dikatakan oleh ketua kamar ketika keadaan kamar  berevolusi menjadi kapal pecah.
    Pertama-tama ketua kamar akan meminta kepada anggota kamarnya untuk membersihkan barang-barang pribadinya terlebih dahulu, seperti lemari dan ranjang. Setelah itu barulah semua anggota kamar membersihkan semua bagian kamar, dari mulai menyikat kamar mandi sampai mengepel lantai. Begitulah langkah-langkah yang dilakukan Roby Arysyadani, ketua kamar 2 Darussyahadah ketika memimpin anggota kamarnya untuk bersih-bersih.

Cuci-Cuci

    Sama halnya dengan kekotoran kamar. Bagi beberapa anak, tumpukan pakaian kotor juga akan sangat memuncak di hari Ahad.
    Di Boarschar kita gak perlu repot-repot mencuci pakaian takwa dan seragam sekolah karena bisa kita laundrykan secara gratis.
    Walaupun sudah tersedia jasa laundry di kampus Ar-Rohmah, tidak sedikit santri Boarschar yang mencuci pakaiannya sendiri."Selain biar hemat, aku juga pengen latian mandiri. Biar nanti pas kuliah, tinggal sendiri gak kewalahan," kira-kira begitulah alasan Reynaldi Wicaksono.

Hibernasi

    Mager.Iya mager alias males gerak, paling sering meracuni santri Boarschar di hari Ahad. Biasanya kemageran ini dilanjutkan dengan tidur-tiduran dan akhirnya tidur beneran. jadilah sang pemimpi. Kalo udah gitu, uadah deh. Gak ada habisnya. Paling bangun cuman buat sholat dan makan, abis itu tidur lagi.
    Sholat-makan-sholat-tidur-bangun-sholat-makan-tidur-bangun-sholat-makan-tidur-sholat. Begitulah kegiatannya kalau diurut dari adzan magrib sampai adzan magrib lagi. Ribet kan. Penyakit ini harus benar-benar dibasmi hingga tuntas, karena sangat mubadzir waktu. Bukannya memanfaatkan hari ahad, tapi itu namanya menyia-nyiakan hari Ahad dengan tidur berlebihan.
    Haduh, kita ini manusia bro bukan beruang. Jangan sering hibernasi ya !

Hafalan

    Duh, hari gini gak ngafalin Qur'an. Gak keren. Setiap umat muslim dari yang muda sampai tua pasti ingin menjadi penghafal Qur'an. Dengan menghafalkannya kita akan mendapat banyak perlakuan khusus dan spesial dari Allah SWT. Di Boarschar semua santri saling berlomba-lomba untuk memperbanyak hafalan Qur'an-nya. Tapi tidak semuanya mau merelakan kebebasannya di hari Ahad untuk menghafal Qur'an seperti yang dilakukan oleh beberapa santri yang memiliki keinginan untuk menghafal Qur'an lebih besar dari yang lainnya. Salah satunya Mizan.
    "Habis shubuh aku hafalan sampe jam setengah tujuh, makan, mandi, habis itu baca buku macem-macemlah. Terus ba'da dzuhur murajaah dan ba'da ashar hafalan lagi," kata Mizan yang sudah berazam agar bisa menghafal Al-Qur'an 30 juz selama bersekolah di SMA Ar-Rohmah.Semoga sukses.
    Lain mizan lain lagi Ridho. Cowok dengan tinggi kurang lebih 180 cm ini ternyata bukan cuma tubuhnya saja yang tinggi, hafalannya juga tinggi banget. 30 juz. Masyaallah. Jadi di hari Ahad dia tinggal melanjutkan murajaahnya  yang sudah dijadwal 5 juz dalam sehari.

    Yah, begitulah sekelumit kisah para santri Boarschar di Hari Ahad dimana mereka semua merayakan hari bebasnya mereka dari rutinitas KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) biasanya.

Pelantikan OSIS SMA Ar rohmah 2016-2017

November 21, 2016

     Teringat pada hari senin (14/11), terjadilah peristiwa yang sangat bersejarah bagi SMA Ar Rohmah, setelah enam bulan berjuang untuk meleburkan OPH (Organisasi Pelajar HIdayatullah) & ISTH (Imaaratus Syuuni Ath – Thalabah) menjadi satu. Gerakan yang dipimpin oleh Ihza Nugroho (XII) ini, berhasil membuahkan hasil, bagaimana tidak ? Sesuatu yang beberapa tahun silam hanya dianggap mitos - untuk menyatukan OPH dan ISTH - belaka, dapat terlaksana sampai pada tahap pelantikan.
          Adalah 58 orang terpilih setelah melewati serangkaian tes. Mulai dari tes tulis, wawancara, sampai dengan tes mental. Organisasi ini dinamakan ‘OSIS SMA Ar- Rohmah’ , dengan berlambangkan tulisan Kufi yang bertuliskan “Ma’had HIdayatullah Ar – Rohmah” dalam Bahasa Arab.
OSIS SMA Ar Rohmah baru yang dikomandoi Iqbal Herwin Nur Permana (XI) selaku ketua umum organisasi, dengan Akh. Ahmad Zainur Ro’uf (XI) bersama Muhammad Habib Ahnaf (X) selaku wakil ketua satu dan dua.

          Sekedar info, selain berita tentang pelantikan OSIS diatas, juga ada kabar menggembirakan. Tepat dua hari sebelum pelantikan OSIS, lebih tepatnya pada hari sabtu, 12 November 2016. Para punggawa SMA Ar – Rohmah berhasil menjuarai lomba O2SN. Adalah untuk kategori Futsal dan Vokal. Ar Rohmah Boarschar FC telah berhasil membawa pulang thropy Juara Satu setelah mengalahkan SMA Tumpang dengan skor 2-1. Gol yang dicetak Sandy Biswana (XII) dan Fahry Muhlis (XII) sebagai pemain Boarschar FC, hanya mampu dibalas sekali oleh pemain dari SMA Tumpang. Selain itu, dalam kategori vocal, Akh. Putra Hidayat , berhasil menyabet juara ke-tiga. Santri kelahiran Biak tersebut menang setelah membawakan lagu milik Marcell Siahaan.
 Semoga organisasi ini bisa menjadi organisasi yang terbaik di dalam yayasan Hidayatullah, bahkan terbaik di seluruh Indonesia.


          

Rabu, 01 Juni 2016

Prestasi Membanggakan dari Mereka

Juni 01, 2016
Fikri Irfan selain rajin belajar, juga lihai dalam olahraga karate
Dalam sebulan penuh Mei kemarin, beberapa siswa Ar-Rohmah banyak menoreh prestasi yang membanggakan. Diawali lomba Khitobah bahasa arab oleh Raihan Rizky yang merupakan satu-satunya perwakilan SMA Ar-Rohmah ke Kuningan, Jawa Barat. Raihan Rizky, sang alumnus Daarul Qur'an ini mendapatkan banyak sekali pujian dari juri-juri karena kefasehannya dan gaya berpidatonya ala KH. Zainuddin MZ, alm. Alhasil Raihan Rizky mendapatkan juara pertama dan mendapatkan beasiswa belajar sebesar 44 juta Rupiah di SETIE SEBI dan piala gubernur jawa barat.


Suryadi (ketiga dari kiri), Giezka (keempat dari kiri), Rifqi (kedua dari kanan)
Juga lain lagi dengan Reyhan Salsabil, Sekilas nama sama, tapi beda torehannya. Reyhan Salsabil mendapatkan Juara Runner Up pada Al-Himah Festival (Hifest) kategori lomba Desain Custom se-Jawa timur. Jika duo Reihan mendapatkan prestasi dibidang seni, kali ini di bidang olahraga. Fikri Irfan sukses membawa pulang piala juara 2 kelas 60 kg se-Jawa Timur di Universitas Trisakti. Seakan haus prestasi, siswa Ar-Rohmah memenangkan lomba Cerdas Cermat Qur'an di UMM. Alif Fadhillah, M. Hafidz, Zainur Rouf sukses mengalahkan lawan
terkuat mereka dan mendapatkan juara pertama. Di ajang yang sama Alfandi Ali juga mendapatkan torehan juara kedua dalam Tilawatil Qur'an. Siswa Ar-Rohmah bukan cuma ayal membaca Al-Qur'an tapi juga membaca berita, bahasa inggris lagi. Giezka Yoga dan Rifqi Riyanto Ahmad masing-masing mendapatkan juara 2 dan 3 pada NEF (Nasional English Festival) yang diadakan oleh UNISMA. tak lupa juga Suryadi Pranoto mendapatkan Harapan 5 pada lomba Speech.

Semoga di masa mendatang kita bisa mendapatakan prestasi lebih baik lagi. AAMIN!

Selasa, 31 Mei 2016

Santri SMA berhasil Menjuarai NEF Di Unisma

Mei 31, 2016
Sang juara 2 dan 3 (posisi 3 dan 4 dari kiri) 
Tiga hari berturut-turut sejak tanggal 12 hingga 14 Mei ,para siswa SMP dan SMA Ar Rohmah berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan hasil terbaik dari kompetisi bahasa Inggris tingkat Nasional di Universitas Islam Malang.Kompetisi yang diadakan rutin setiap tahun ini , mampu mendatangkan peserta dari Jawa dan luar Jawa. Tahun ini menurut panitia penyelenggara, peserta yang hadir mencapai lebih dari dua ratusan peserta termasuk diantaranya sisw-siswa SMP dan SMA Ar Rohmah. Setelah melalui seleksi dengan persaingan yang ketat, beberapa siswa SMP dan SMA berhasil lolos ke babak final. Meskipun tidak semua mata lomba bisa sampai ke babak Final , namun dua siswa SMA dan satu siswa SMP berhasil menjadi juara.

Rafly Siswa SMP (posis 2 dari kiri)
Mereka yang berhasil menjadi juara adalah Rafly ( kelas 8 SMP) sebagai juara 2 lomba Specch, Rifki Riyanto (kelas XI MIA) juara 2 lomba news Reading dan Giezka Yoga (kelas X MIA). Keberhasilan para siswa meraih juara dikompetisi ini, tidak pernah disangka oleh para siswa,sebab lawan mereka adalah para jawara bahasa Inggris yang pernah punya pengalaman berlaga ditingkat Asia Tenggara,ungkat salah seorang siswa. Lebih lanjut ,Rifqi salah seorang peserta juga mengungkapkan,” dirinya baru pertama mengikuti kompetisi ini, alhamdulillah bisa meraih juara dua “ungkapnya. Selamat kepada para juara semog barokah ilmunya

source : arrohmahmalang.com

Minggu, 01 Mei 2016

Budaya Ngaret di Indonesia maupun di Ar-Rohmah Sendiri

Mei 01, 2016

[OPH WEB] Ngaret adalah istilah untuk ketidaktepatan waktu, atau bisa dikatakan terlambat karena mengulur-ulur waktu atau malas. Kebiasaan terlambat memang bukan hal yang aneh lagi di lingkungan kita dan biasanya kita sangat akrab dengan istilah “jam karet”. Jam karet adalah istilah yang merujuk kepada konsep “elastisitas waktu” (biar keren kayak ilmuwan fisika atau ekonomi gimana gitu), namun bukan konsep elastisitas di pelajaran Pak Jayekoman itu. Dimana elastisitas harga dan barang dipengaruhi oleh... Yah, pelajaran ekonominya siakan tanya sendiri kepada orangnya. Hehehe... “Elastisitas” yang dimaksud ini adalah konsep dimana sebuah waktu yang telah ditentukan bukan merupakan suatu yang pasti melainkan suatu yang dapat diundur (dianalogikan dengan direnggangkan atau diulur seperti karet). Istilah jam keret pun seakan sudah menjadi suatu budaya tersendiri di Indonesia, tidak terkecuali kampus kita ini.

Dan bagaikan pemicu, budaya “elastisitas” ini tentu saja akan memicu berbagai pelanggaran lain, yang pastinya mau tidak mau dan sadar tidak sadar kita dan Admin lakukan. Mulai dari keterlambatan itu sendiri, seragam yang tidak lengkap, dan pelanggaran-pelanggaran kecil lainnya. Pelanggaran ini sendiri sebenarnya wajar-wajar saja untuk seusia kita, menurut Admin sendiri. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa sejatinya setiap orang pasti pernah terlambat dengan berbagai macam alasan, namun kalau sudah kebanyakan pelanggaran kayaknya sudah tidak normal juga rasanya. Banyak cara yang digunakan untuk menutupi kesalahan-kesalahan tersebut diantaranya yaitu alasan bangun kesiangan, terlambat mandi, dan seribu satu alasan lagi. Dan inti dari melanggar sebenarnya adalah bagaimana kita bisa melanggar tanpa bisa ketahuan, bukan?

Menurut Waka Kesiswaan SMA Ar-Rohmah, Ustadz Mawardi, masalah “elastisitas waktu” sudah kian menjadi di kampus kita ini. “Awalnya hanya telat sedikit, lalu karena kurangnya tindakan, akhirnya jadi telat banyak. Tentu saja itu akan memicu pelanggaran lainnya. Karena perasaan kalau melanggar itu tidak apa-apa itu akan tumbuh membuat kita semakin meremehkan pelanggaran. Pelanggaran besar terasa seperti sedang, pelanggaran sedang terasa seperti kecil, dan pelanggaran kecil terasa seperti tidak ada masalah.”

Kali ini, kru [OPH WEB] akan mewawancarai waka kurikulum yang sekaligus mengajar Bahasa Arab mengenai fenomena sosial fisika ekonomi ini (sosial karena melibatkan banyak orang, fisika karena melibatkan salah satu besaran pokok, yaitu waktu, dan ekonomi karena melibatkan kata “elastisitas”. Oke ini memang sedikit ngawur.) dan juga anak turunan pelanggaran-pelanggaran lainnya. Let’s cekidot niii...

Sejak kapan budaya ngaret ini ada di SMA Ar-Rohmah?

Ngaret sejak dulu sudah ada, persentasenya naik turun. Biasanya, ngaret itu paling sering habis libur, saat ujian, dan saat fakultatif. Ini mungkin karena dikarenakan kurang sigapnya dan kurangnya kerjasama antarapihak sekolah (dalam hal ini guru) dan juga pihak asrama (dalam hal ini kepengasuhan).

Apakah kurangnya kerjasama ini dikarenakan kurangnya komunikasi?

Sudah sering sekali diingatkan lewat Whats App (WA) kepada teman-teman guru dan pengasuh mengenai seragam para siswa, mengenai penyegeraan mengunci kamar asrama, dan lain-lain. Semua hal ini membutuhkan kerja sama yang solid untuk supaya bisa meminimalisir semua pelanggaran, baik pelanggaran formal maupun non formal.

Bagaimana kalau masalah seragam? Contohnya, kalau seragamnya nggak bersih atau semacamnya?

Kalau masalah seperti itu sih, silakan dikonsultasikan ke pihak Laundry. Atau konsutasikan saja sama saya (Pak Mawardi), ada masalah apa. Insya Allah saya bisa bantu.

Kalau dari segi hukuman gimana? Mungkin saja mereka tidak sadar-sadar karena hukumannya kurang, bukan?

Kalau masalah hukuman saya rasa sudah terlalu banyak variasinya. Saya rasa juga sudah cukup menimbulkan efek jera. Mulai dari hukuman fisik seperti push up, menulis Al-Qur’an mulai dari 1 surah sampai 1 juz, sampai dijemur sampai jam 10, tapi tetap saja kurang. Yang menjadi masalah ini adalah sistem kontrol yang selalu tidak konsisten dan ketegasan yang kurang.

Apakah ada beban moral bagi guru-guru untuk mengikuti peraturan sekolah?

Tentu saja, ada. Untuk masalah waktu, itu mungkin masih bisa dimaklumi karena beberapa dari kita, para guru, memiliki keluarga yang harus diurus dan hal-hal lain.  Tapi hal yang paling menjadi beban moral adalah pertanyaan “Mengapa guru dan siswa dibedakan? Seharusnya peraturan sekolah tidak hanya mengikat murid, namun juga guru.” Salah satu masalah paling klasiknya adalah pemakaian sandal. Guru diperbolehkan memakai sandal, sedangkan murid tidak boleh. Perbedaan guru dan murid itulah yang menjadi beban kami dalam menjalankan peraturan sekolah. Pelarangan santri sudah bertahap, namun karena hal-hal tadi makanya santri mungkin saja tidak mendengarkan.

Bagaimana data statistik mengenai pelanggaran? Boleh kami melihatnya?

Data statistik pelanggaran sayangnya termasuk informasi yang tidak bisa sembarang diberitahukan. Tapi pokoknya ada dan teratur, khusunya pelanggaran yang sudah dicacat oleh teman-teman OPH.

Ada tips-tips gimana supaya bisa mengurangi telat?

Sebenarnya tipsnya sudah sering saya berikan kepada kalian. Bisa mengatur diri dan waktu. Mengatur diri disini maksudnya bisa memosisikan diri pada posisi yang tepat. Tidak termakan oleh hawa nafsu kemalasan. Kalau ada anak yang bisa, kok yang lainnya gak bisa? Mengatur waktu maksudnya bisa menggunakan waktu sebaik dan seefisien mungkin. Ketidakmampuan kita mengatur kedua hal ini, biasa kita lihat pada fakultatif. Biasanya, fakultatif itu selalu memakan waktu yang berlebihan dan akhirnya membuat siswa, entah karena kelelahan ataupun malas, tidak pergi atau masbuk sholat dhuhur dan ashar. Hal inilah yang ditakutkan oleh kepala sekolah. Seandainya kita bisa mengatur diri dan waktu kita, kepala sekolah pastinya bisa dengan mudah mengizinkan masalah fakultatif dan semacamnya.

Apakah bapak masih optimis kalau kita masih bisa membenahi diri lebih baik lagi?

Tentu saja, ya. Sebab kalau kita malah pesimis, maka kita tidak akan bisa bergerak. Kita harus yakin 100% bahwa kita bisa melakukannya. Intinya adalah kita harus terus berjuang untuk membenahi diri, karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mau mengubah nasibnya sendiri.

Terakhir, pak. Ada pesan-pesan untuk kita para siswa, pak?

Bersyukur adalah hal yang harus dilakukan para siswa, khususnya siswa SMA, karena sudah diberikan banyak keleluasaan. Allah menertibkan manusia dengan cara membuat mereka dapat memilih apakah mau masuk surga atau mau masuk neraka. Mari kita mensyukuri nikmat Allah dengan cara membenahi diri agar bisa pantas untuk memasuki surgaNya..

.