Tampilkan postingan dengan label Berita terkini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita terkini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 April 2017

BOARSCHAR X GONTOR (SSE)

April 04, 2017

                Banyak sekali pelajaran yang didapat pengurus OSIS SMA AR-ROHMAH dalam kegiatan Study Social Experience di pondok GONTOR.
                Sebuah pengalaman yang sangat berharga ketika dapat merasakan kehidupan di Pondok Pesantran yang sudah berusia sembilan puluh tahun itu. Walaupun hanya dalam waktu yang singkat, dari tanggal 1 – 2 Maret 2017.
                Dua hari itu benar-benar dimanfaatkan dengan sanagt baik oleh para pengurus OSIS untuk menimba ilmu sebanyak banyaknya dari Pesantren senior tersebut. Dari pertama kali sampai disana merekan langsung disuguhi dengan sejarah Gontor dari awal berdirinya hingga sudah sebesar kini. Segala hal tentang gontor mulai dari para pendiri sampai seluk beluknya dijelaskan disini.
                 Seusainya menjama’ qosor taqdim solah Dzuhur- Asar dam makan siang para pengurus OSIS sudah tidah sabar menghilangkan rasa penasarannya. Di pertemun kedua mereka dibuat terbakar dengan semangat untuk belajar berbahasa asing, setelah diceritakan tentang kehidupan berahasa disana.
                Sore harinya digunakan untuk bekeliling melihat dari dekat kegiata para santri. Tak lupa juga mereka mengabadikan setiap hal menarik disana dalam kamera. Kediatan disana sangat bragam.ada yang bermain berolahraga, mengaji, bahkan ada yang sedang melaksanakan hukumannya.  Sampai terdengar suara murottal dari masjid Gontor semua aktifitas dihentikan. Dan ternyata bukah hanya di Asrama SMA AR-ROHMAH di Gontor pun mereka juga harus mengantri mandi sekian lama.
                Dan diacara intinya ketika OSIS SMA AR-ROHMAH dipertemukan dengan OPPM Gontor. Awalnya akan diadakan presentesi untuk memperkenalkan organisasi dari masing-masing pihak. Tetapi karena karena karena dari pihak OPPM tidak membuat bahan presentasi, maka jadilah mereka dipertemukan dengan masing masing departemen. Ternyata itu bukanlah ide yang buruk karena mereka bisa mendapat ilmu yang lebih rinci dari masing-masing bidang.
                Keesokan harinya mereka diperkenalkan dengan Gontor TV yang bisa dibilang sekarang sudah sangat famaous untuk sebuah madia dakwah.dalam pertemuan ini diawali dengan menonton salah satu film pendek karya Gontor TV. Dilanjutkan dengan menceritakan sejarah Gontor TV. Dari ketika berkali-kali mendapat penolakan oleh pak yai hingga akhirnya diterima dengan menunjukkan banyak karya dahulu. Lalu mereka diberikan pengenalan alat alat yang digunakan dalam proses pembuata video.

                Yang terakhir. Selururuh runtutan acara tersebut ditutup dengan penyerahan cinderamata dari SMA AR-ROHMAH Malang kepada gontor dan foto bersama di depan masjid Gontor

Kamis, 23 Februari 2017

Ujian Praktek Penjaskes kelas dua belas

Februari 23, 2017
Siswa kelas 12 melakukan pemanasan sebelum praktek penjaskes dimulai
Osama-malang.com-Dua minggu lamanya siswa kelas 12 mengikuti ujian praktek. Ujian praktet merupakan salah satu tahapan penilaian menuju UN. Jika tidak ada perubahan insyaAllah UN akan dilaksanakan pada bulan April, segala daya dan upaya dimaksimalkan oleh waka kurikulum SMA Ar Rohmah agar siswa siap menghadapi UN. Beberapa upaya telah dilakukan yaitu : bimbingan,try out hingga klinik bidang study telah dilakukan. Hari ini para siswa melaksanakan ujian praktek Penjaskes, ujian yang melibat seluruh siswa ini diselenggarkan dilapangan darussalam 1 komplek asrama siswa kelas 12.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Sedih! Gara-gara Mencuri Minyak Kayu Putih, Nenek Ini Didenda Rp 15 Juta!

Oktober 24, 2015
Sedih! Gara-gara Mencuri Minyak Kayu Putih, Nenek Ini Dihukum Rp 15 Juta!
Sungguh malang perjalanan hidup nenek Hasnah, desakan ekonomi telah membuat nenek renta ini nekad melakukan tindakan terlarang. Kini, sebotol minyak kayu putih kemungkinan akan menghantarkannya duduk di kursi pesakitan.

Dalam keadaan serba kekurangan, kini nenek Hasnah tengah mengalami masalah yang cukup rumit, pasalnya kamis lalu ia tertangkap tangan mencuri sebotol minyak kayu putih di sebuah mini market Alfamart yang berada di Jl Kartini, Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Ironisnya, lantaran merasa dirugikan, pihak Alfamart menuntut nenek renta itu membayar uang denda sebesar Rp15 juta. Disebut-sebut peraturan kantor menjadi alasan pihak Alfamart meminta uang sebesar itu. Atas tuntutan tersebut nenek Hasnah pun hanya bisa tertunduk pasrah.

nenek hasnah berkerudung merahimage ? source

Ilham, selaku karyawan Alfamart yang menangkap basah aksi nenek Hasnah menceritakan, awalnya ia tak menaruh curiga dengan sikap nenek Hasnah yang hendak mengutil di toko tempat ia bekerja.

Layaknya pembeli pada umumnya, nenek Hasna mondar-mandir mengelilingi setiap sudut toko. Setelah berada di dalam toko sekitar 15 menit nenek itu kemudian keluar begitu saja melewati meja kasir. Ilham lantas menaruh curiga lantaran nenek itu tidak membawa satu pun barang belanjaan ke meja kasir, melainkan langsung keluar.

“Setelah kami buka CCTV kami temukan nenek itu menyembunyikan satu buah minyak kayu putih di saku pakaiannya.” ucapnya.

Ilham mengaku kesal dengan aksi kriminal nenek tersebut. Hal ini lantaran, jika aksi pencurian terjadi di tempat ia bekerja, maka gajinya akan dipootng perusahaan.

“Makanya kami meminta nenek membayar uang denda sebesar Rp15 juta, beberapa kali lipat dari barang yang ia curi. Itu merupakan aturan toko kami.” tegasnya

Saat aksi pencurian tersebut terjadi, salah seorang pengunjung toko bersimpatik dan berusaha untuk membantu nenek Hasnah dengan membayar seharga minyak kayu putih yang dicuri sang nenek.

Namun, karena jengkel, pihak Alfamart enggan komproni. Denda sebesar Rp15 juta pun tetap dijatuhkan kepada Hasnah. Sang penjaga toko menegaskan pertauran dalam perusahaannya tidak mengenal pandang bulu

Source :  http://www.pulsk.com/630585/

Kamis, 22 Oktober 2015

Sejarah Adanya Hari Santri Nasional

Oktober 22, 2015
Santri ponpes Ar-Rohmah Malang


Berakhir sudah perdebatan mengenai penetapan tanggal untuk Hari Santri Nasional setelah pada 14 Oktober lalu Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasonal, dengan satu catatan ini bukan hari libur nasional meskipun memang peringatan nasional.

 Perdebatan sengit tentang Hari Santri Nasional berawal dari kampanye Joko Widodo di Pesantren Babussalam, Banjarejo, Malang, pada Pilpres 2014 lalu. Dia "menandatangani" kontrak sosial dengan konstituennya untuk menjadikan 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional.

"Penandatanganan" itu segera menjadi bola liar. Reaksi spontan datang dari Fahri Hamzah, politikus PKS yang menentang gagasan itu. Fahri bahkan menyebut Jokowi penggagas Hari Santri Nasional "sinting".

Meskipun kemudia diklarifikasi Fahri, tetap saja gagasan Hari Santri Nasional menuai polemik. Apalagi, 1 Muharam dianggap salah satu hari yang dimuliakan dan menjadi milik umat Islam sedunia.

Pertanyaannya lalu, mengapa Hari Santri Nasional itu ditetapkan jatuh pada 22 Oktober? Ada sejumlah argumen penting yang layak dibaca sebagai pertimbangan dan konteks latar belakangnya.

Pertama, 22 Oktober adalah momen heroik yang menandai perjuangan nasional.

Tanggal itu, meminjam bahasa kaum muda saat ini, sangat "lokal" Indonesia banget! Sebab, tanggal itu tidak memiliki kaitan sama sekali dengan apa yang terjadi di belahan dunia lain, baik dunia Islam maupun dunia pada umumnya.

22 Oktober adalah momen spesial bagi bangsa Indonesia. Sejarah mencatat, pada tanggal itu, bangsa Indonesia kembali bahu-membahu mengusir penjajah yang kembali ingin menguasai Indonesia.

Hanya berselang dua bulan sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia yang menandai keberhasilan perjuangan bangsa ini, penjajah bersyahwat untuk mencengkeram kembali negeri ini.

Terbukti, pada 22 Oktober 1945, tentara NICA (Netherland Indian Civil Administration) Belanda membonceng pasukan sekutu pimpinan Inggris untuk melakukan agresi ke Jawa (Surabaya). Agresi itu tentu untuk menguasai Jawa Timur dengan Surabaya sebagai sumbunya.

Itu artinya, perjuangan Indonesia belum mencapai kata selesai. Kemerdekaan yang baru diraih pada 17 Agustus 1945 terancam kembali oleh kedatangan tentara sekutu. Maka, keberhasilan perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dengan melumpuhkan kekuatan penjajah kala itu adalah salah satu momen terbaik sejarah Indonesia.

Nah, konsep "Hari Nasional" yang tidak berkelindan dengan perayaan hari suci agama mensyaratkan nilai dan kejadian lokal sebagai basis akademiknya.

Di luar perayaan hari suci agama, momen terbaik sekalipun tidak layak untuk menjadi basis penetapan "Hari Nasional" jika tidak memiliki konten dan nilai kejadian lokal pada suatu bangsa.

Dalam konteks inilah, penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional menemukan basis akademiknya yang kuat.

Kedua, memasukkan konsep substantif "santri" ke hari besar nasional untuk perayaan momen heroik tanggal 22 Oktober tidak lepas dari peran santri dalam perjuangan nasional kala itu.

Menyusul komunikasi intensif antara Presiden Soekarno dan KH Hasyim Asy'ari (pengasuh pesantren Tebu Ireng) saat itu untuk mencari solusi perjuangan atas agresi pasukan sekutu itu, KH Hasyim Asy'ari lalu mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad.

Substansi fatwa itu adalah seruan bahwa melawan penjajah adalah wajib, termasuk memerangi mereka yang membantu kekuasaan asing yang menjajah negeri ini.

Ada beberapa ulama yang membantu penguatan resonansi Resolusi Jihad ini.
Dukung HASAN!!!
Mereka di antaranya KH Wahab Chasbullah (Jombang), KH Bisri Syamsuri (Jombang), KH M Dahlan (Surabaya), KH Tohir Bakri (Surabaya), KH Ridwan Abdullah, KH Sahal Mansur, KH Abdul Djalil (Kudus), KH M Ilyas (Pekalongan) KH Abdul Halim Siddiq (Jember), dan KH Saifudin Zuhri (Jakarta).

Bersama ulama-ulama itu, Mbah Hasyim tidak henti-hentinya memperkuat fatwa Resolusi Jihad.
Santri-santri bersemangat menegakkan panji-panji islam
Maka, meminjam perspektif Sidney Hook (1943:154), filsuf pendidikan kenamaan New York, Mbah Hasyim (bersama para kyai dan ulama lainnya) bisa dibilang the eventful man in history, figur yang telah turut mewarnai sejarah IndonesiaLebih jauh, sejarah Indonesia bahkan mencatat, Mbah Hasyim adalah bagian dari apa yang disebut Sidney Hook sebagai pencipta sejarah (the event-making man) bagi perkembangan negeri ini.

Mbah Hasyim bersama para kyai dan ulama yang lain adalah contoh santri par excellence. Kontribusinya melintasi batas-batas ruang sosial keagamaan hingga ke ruang kebangsaan dan kenegaraan.

Melalui teladan santri par excellence di atas, kita diajari bahwa semangat pembebasan negeri tidak bisa ditawar-tawar oleh siapa pun yang menjadi pemimpin negeri ini.

Para santri par excellence di atas mengajarkan bangsa ini dengan perjuangan mereka agar negeri ini tidak boleh digadaikan kepada kekuasaan asing. Sebaliknya, negeri ini justru harus dimerdekakan dari pikiran dan aksi lacur yang mengorbankan bangsanya sendiri.

Itulah di antara konteks yang mengilhami gagasan perlunya Hari Santri Nasional.

22 Oktober dipandang layak untuk menjadi momentum Hari Santri Nasional, menyusul kontribusi perjuangan santri untuk bangsa dan negara yang melintasi sekat agama, etnis dan kelompok sosial. Itu semua telah menjadi catatan besar sejarah negeri ini.

Hari Santri Nasional memang berangkat dari apresiasi atas perjuangan santri. Tapi, Hari Santri Nasional itu menjadi milik kita bersama warga bangsa ini.

Untuk itu, Hari Santri Nasional berpesan sederhana: memperluas nilai kemanfaatan dan kebajikan umum yang diteladankan oleh santri kepada seluruh komponen bangsa dan negara ini.


Perayaan Hari Santri Nasional di salah satu ponpes

Nilai kemanfaatan ini layak diperluas untuk memperkuat bangunan kebangsaan. Juga, nilai kebajikan umum layak diteguhkan kembali untuk menjaga nilai kewargaan dan kewarganegaraan (civic values).

Hari Santri Nasional penting untuk meneguhkan kembali kontribusi kaum muslim Indonesia dalam turut menjawab tantangan dan menyelesaikan masalah bangsa ini yang semakin variatif dari sisi skala dan bentuknya.

Merujuk kepada nilai teladan para santri par excellence di atas, Hari Santri Nasional layak ditahbiskan sebagai momentum untuk memperkuat jati diri dan kontribusi sejati kaum muslim Indonesia dalam memerdekan bangsa ini dari berbagai keterbelakangan ekonomi, sosial, pendidikan, dan tentu, moral-spiritual.

Dalam konteks Hari Santri Nasional, semangat kebangsaan dan nonsektarianisme harus didorong lebih kuat untuk melampaui gejala primordialisme yang bisa kapan saja mengancam bangunan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan Indonesia.
Saat Carl Johnson menjadi da'i di GTA
 source : http://www.antaranews.com/berita/524941/hari-santri-nasional-22-oktober

Senin, 18 Mei 2015

Jokowi Curhat. Saya Bukan Penakut, Catat Itu!

Mei 18, 2015
OPH Blog’s - Di hadapan 7 ribu relawannya dari berbagai organisasi, Presiden Joko Widodo curhat tentang kebijakannya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Pada November 2014, Presiden Jokowi membuat kebijakan kontroversi yakni menaikkan harga BBM. Walau akhirnya turun dan naik lagi, dan selanjutnya harga diserahkan ke mekanisme pasar, namun masalah ini sempat menjadi polemik. Apalagi, PDI Perjuangan, selama 10 tahun menentang kebijakan menaikkan harga BBM di masa pemerintahan SBY.

"Saya tahu, banyak yang memaki-maki saya. Untuk awal-awal, tapi tidak yang hadir di sini, tidak ada, karena belum tahu arahnya mau ke mana. Saya siap tidak populer, saya siap dimaki-maki. Jangan dipikir Jokowi itu penakut, itu yang perlu dicatat," jelas Presiden Jokowi, di acara Jambore Komunitas Juang Jokowi, di bumi perkemahan Cibubur, Jakarta, Sabtu 16 Mei 2015.

Dia mengatakan, selama ini rakyat Indonesia terlalu dimanjakan dengan subsidi BBM. Padahal, untuk anggaran subsidi saja mencapai Rp300 triliun.

Jokowi mengatakan, bertahun-tahun subsidi diberikan ke rakyat. Sehingga pada masa pemerintahannya, subsidi dipangkas. Dialihkan ke alokasi anggaran yang lebih produktif untuk masyarakat.

"Kita tidak sadar tiap hari gunakan BBM padahal BBM itu disubsidi dari APBN dan sebagian dari utang luar negeri," kata Jokowi.

Jokowi mengaku, tidak ingin bangsa Indonesia bersenang-senang dengan menggunakan utang luar negeri.

Diakui mantan Gubernur DKI Jakarta ini, banyak yang mencacinya. Bahkan, banyak yang harus berkorban kesenangan karena kebijakan itu.

"Memang sakit, perubahan itu biasanya pasti dimulai dengan hal-hal yang sakit," katanya.

Dihadapan pendukungnya, Jokowi juga mengaku sudah siap tidak populer lagi. Walau, diakuinya kalau keputusan menaikkan harga BBM akan berimbas pada popularitas yang menurun.

"Itu risiko, tidak ada masalah buat saya," katanya.

Minggu, 28 September 2014

Minggu, 14 September 2014

Selamat! Ketua OPH Lolos Masuk ISLC III

September 14, 2014

Assalamualaikum...
Kami punya kabar gembira nih.. Ketua OPH SMA Ar-Rohmah lolos sebagai salah satu dari 100 orang yang berhak mengikuti Indonesia Student Leadership Camp III (ISLC III). Ajang ini diikuti oleh 100  Ketua OSIS terpilih  se-Indonesia yang diadakan oleh Institute of Leadership Development (ILeaD) Universitas Indonesia dalam menyiapkan pemimpin muda untuk masa depan Indonesia. Berikut ini foto bukti penerimaan sebagai peserta ISLC III :



Kita doakan semoga Sdr. Ubaidillah bisa menjadi juara dalam ajang ISLC III

Wassalamualaikum...
*Ubaidillah Hakim
Institute of Leadership Development (ILeaD) Universitas Indonesia merupakan bentuk dan peran serta Universitas Indonesia dalam menyiapkan pemimpin muda untuk masa depan Indonesia. - See more at: http://islc.ui.ac.id/site/?page_id=786#sthash.P6WzuG5y.dpuf
Institute of Leadership Development (ILeaD) Universitas Indonesia merupakan bentuk dan peran serta Universitas Indonesia dalam menyiapkan pemimpin muda untuk masa depan Indonesia. - See more at: http://islc.ui.ac.id/site/?page_id=786#sthash.P6WzuG5y.dpuf
Institute of Leadership Development (ILeaD) Universitas Indonesia merupakan bentuk dan peran serta Universitas Indonesia dalam menyiapkan pemimpin muda untuk masa depan Indonesia. - See more at: http://islc.ui.ac.id/site/?page_id=786#sthash.P6WzuG5y.dpuf
Institute of Leadership Development (ILeaD) Universitas Indonesia merupakan bentuk dan peran serta Universitas Indonesia dalam menyiapkan pemimpin muda untuk masa depan Indonesia. - See more at: http://islc.ui.ac.id/site/?page_id=786#sthash.P6WzuG5y.dpuf

Senin, 08 September 2014

Kandidat Ketua OPH SMA Ar-Rohmah Periode 2014/2015

September 08, 2014

Assalamulaikum.. Setelah melalui proses pertimbangan dari para Dewan Syuro OPH, akhirnya terpilihlah 3 orang sebagai calon-calon ketua OPH SMA Ar-Rohmah berikutnya. Inilah profil dari ketiga calon tersebut:

1. Tegar Azkisyah Arga
Malang, 10 Mei 1998

2. Pramadea Lazuardi
6 Desember 1997

3. Hilman Hibaturrahman
13 Agustus 1998

Semoga calon yang terpilih nanti bisa membawa tongkat estafet kepemimpinan OPH SMA Ar-Rohmah lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga diharapkan OPH dapat bersaing dengan OSIS-OSIS yang berada di Malang Raya.

Wassalamualaikum... ^^






Kamis, 04 September 2014

Tes Tulis Masuk OPH SMA Ar-Rohmah

September 04, 2014
Assalamualaikum, tak terasa kali ini sudah pergantian jabatan lagi. Untuk menyaring peserta yang ingin masuk OPH, maka OPH SMA Ar-Rohmah mengadakan serangkaian tes untuk itu. Diantaranya ialah Tes Tulis. Bagi santri yang sudah mengisi formulir pendaftaran, dan sudah lolos diseleksi oleh panitia Tes, maka berhak mengikuti Tes Tulis ini. Tes ini dilaksanakan pada Jumat malam 22/8/2014 bertempat di Masjid Baiturrahmah Lt. 2. Bagaimanakah pelaksanaan tesnya? kita simak foto berikut ini



ngeri banget yg jaga :D

yak, sekian dari kami, jika ada salah kami mohon maaf.
Wassalamualaikum

Selasa, 15 Juli 2014

Class Meeting UAS II 2014

Juli 15, 2014

(Rabu, 11/06/'14) FESCO 16!!!! AWUNG!! AWUNG!!! AWUNG!!! Suara teriakan anak FESCO (Federation of Social Class) membahana memenuhi lapangan Darussalam. Mereka berteriak dengan suara lantang untuk mengobarkan semangat sebelum pertandingan tarik tambang dimulai. Lawan mereka saat itu adalah X-ISO yang telah berhasil menumbangkan XI-IPA. Pertandingan pun dimulai, para penonton mulai bersorak menyemangati para pemain yang bercucuran keringat, mempertahankan posisi agar tidak sampai melewati teritori lawan. Namun, usaha FESCO (XI-IPS) tidak membuahkan hasil yang menyenangkan. Mereka kalah telak dari Kelas X-ISO. Akhirnya dengan menelan pil pahit kekalahan mereka terpaksa mengakui keunggulan dari X-ISO. Itulah seklumit serunya Class Meeting kali ini. Untuk lebih jelasnya, foto yang akan bercerita.







OPH SMA Ar-Rohmah Study Tour ke Radar Malang

Juli 15, 2014

Kamis (12/06/'14) Siang itu, pukul 13.00, rombongan dari OPH SMA Ar-Rohmah berangkat dari Pondok  menuju ke kantor surat kabar terkenal di Malang, yakni Radar Malang. Kami sampai di sana kira-kira pukul 13.45 siang. Agenda di sana hanya sederhana saja, yakni mendengarkan penuturan dari salah satu karyawan Radar Malang. Yang tak lain ialah Mas Kholid Amrullah. Beliau ini ternyata pernah menjadi guru di Ar-Rohmah 10 tahun yang lalu. Lantas, karena beliau tertarik dengan dunia Jurnalistik, bergabunglah beliau di Radar Malang ini.

Banyak hal yang beliau sampaikan pada saat acara. Diantaranya ialah bagaimana menjadi wartawan yang baik, yakni harus bandel atau tahan banting, dilarang mengeluh, siap ditugaskan ke mana saja. Beliau juga menjelaskan keunggulan koran yang diterbitkan Radar Malang dibanding koran lainnya yang juga diterbitkan di Malang. Banyak sekali sebenarnya yang beliau jelaskan. Tapi, waktu saat itu menunjukkan pukul 15.30 sore, akhirnya setelah ditutup, kami berfoto-foto dengan beliau. Berikut ini dokumentasinya.







Kamis, 12 Juni 2014

Bedah Buku Kesesatan Syiah Di Indonesia

Juni 12, 2014
Malang (08/06/2014) - Syi'ah dan segala polemik didalamnya terus berkembang secara pesat di negara Indonesia. Yang mulanya menampakkan dan berdakwah secara sembunyi-sembunyi sekarang berubah dengan berani berdakwah terang-terangan dan mulai memasuki semua sektor mulai dari pemerintahan bahkan sampai memasuki lini majelis Ulama Indonesia.

OPH (Organisasi Pelajar Hidayatullah ), ISTH SMA Ar-Rohmah Dan Pondok pesantren kampus Al-Furqon berusaha memberikan jalan terang, meluruskan dan memberikan pemahaman tentang kesesatan syi'ah di Indonesia terutama untuk orang-orang awam yang sangat rentang akan masuk kedalamnya dengan mengadakan sebuah acara bedah buku kesesatan syi'ah di Indonesia yang diadakan di masjid baiturrahmah LPI Ar-Rohmah Jl. Raya Apel No.61 Sumbrsekar DAU Malang.

Untuk penyampaian materi pertama disampaikan oleh Ust. Hartono ahmad jaiz (Seorang penulis buku yang sudah mashur dalam masalah aliran sesat Di Indonesia). Dan yang kedua adalah Ust. Andry Kurniawan, Ketua Markaz Dakwah di Malang. Meskipun tak banyak yang hadir pada acara ini, tapi materi yang disampaikan oleh kedua Ustadz tersebut sungguh luar biasa. Kita menjadi lebih mengerti apa itu hakikat syi'ah yang sebenarnya.

Mari kita lihat dokumentasi saat acara sedang berlangsung:









Sekian dari kami, terima kasih sudah mau membaca postingan ini
Wassalamualaikum...


Rabu, 14 Mei 2014

Study Banding OPH SMA Ar-Rohmah Ke SMAN 2 Malang dan LDK UMM

Mei 14, 2014

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, Allah masih memberikan kita nikmat Iman dan Islam sehingga masih bisa mentadabburi nikmat-Nya yang tiada terkira. 4 hari yang lalu, tepatnya pada hari Sabtu, 10 Mei 2014, OPH SMA Ar-Rohmah mengadakan kunjungan ke SMAN 2 Malang dalam rangka Study Banding.

Adapun tujuan dari study banding ini ialah untuk sharing tentang keorganisasian, mempererat tali ukhuwah serta menjalin relasi dalam berorganisasi. Pukul 08.45 kami memasuki gerbang SMAN 2. Kami disambut hangat oleh anggota OSIS SMAN 2 Malang yang langsung mengarahkan kami ke aula SMAN 2.

Acara dimulai kira-kira pukul 09.00 oleh pembawa acara. Lalu dilanjutkan dengan pembukaan oleh masing-masing perwakilan sekolah. Untuk SMA Ar-Rohmah diwakili oleh Ust. Andry. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian profil OSIS SMAN 2 Malang yang langsung disampaikan oleh Ketua OSIS SMAN 2 Malang. Dalam penyampaiannya disebutkan tentang visi misi OSIS SMAN 2 Malang, Proker-prokernya, dsb.

Singkat kata, langsung liat aja foto-foto dibawah ini :



Foto diatas adalah saat OPH SMA Ar-Rohmah mengunjungi SMAN 2 Malang, sementara foto dibawah ini ialah saat berada di aula LDK UMM





Yak, sekian dulu dari kami, apabila ada salah kami mohon maaf.
Syukron, Wassalamualaikum wr. wb


.